Senin, 31 Agustus 2009
Sabtu, 29 Agustus 2009
Ganyang Malaysia

GANYANG MALAYSIA
Kata-kata “Ganyang malaysia” itulah yang ingin saya katakan kepada bapak presiden kita dan seluruh jajaran TNI. Entah mengapa negara Indonesia ini sangat lemah sekali kepada negara tetangga kita yang suka maling kebudayaan, ekonomi, hingga maling daerah kekuasaan indonesia, hingga orang-orang menyebut negara yang satu ini adalah “Malingsia”. Mungkin Bapak Presiden Sby dan seluruh jajaran TNI gentar dengan malingsia ato malasyia ato malasial ini karena termasuk sekutu dari Amerika, Inggris dan Australia. Tapi hal ini sangat disayangkan sekali, setelah lagu rasa sayange, sekarang giliran reog ponorogo yang jadi kebudayaan indonesia, di klaim menjadi kebudayaan mereka. Namun bukan kebudayaan saja ternyata yang diinginkan malingsia yang satu ini.
Seperti apa kata blog ini , bahwa pembelian alat-alat perang oleh malaysia kepada negara-negara maju adalah juga termasuk politik malingsia untuk memperkuat angkatan perang mereka dan jika sewaktu-waktu kita lengah mungkin negara ini akan dijajah oleh negara malingsia ini. Anda masih ingat bagaimana tokoh azhari, nurdin m. top yang menjadi teroris no 1 di negara ini ?? Mereka ini berasal dari malasyia. Kalau lah mereka ingin jihad dan memusuhi orang-orang luar negeri, bukankah di malaysia juga ada turis ?? mengapa ga di bom aja tuh para wisatawan asing yang ada di kuala lumpur ?? mengapa harus di indonesia ?? Bisa saja negara tetangga kita yang satu ini memang sengaja mengirimkan DR. Azhari dan juga Nurdin M. Top kesini. Karena ulah 2 orang teroris tersebut devisa negara kita benar-benar berkurang.
Sudah saatnya pemimpin bangsa ini tegas. Masak yang tegas malah Bupati Ponorogonya ?? Lah kami milih presiden dan banyak TNI yang lagi ongkang-ongkang dan nganggur di barak, di gerakkan diperbatasan 1.000 pasukan bersenjata lengkap dan pesawat-pesawat baru, kapal selam, serta senjatanya yang baru-baru mbok ya diuji coba di negara tetangga kita yang satu ini. Bukan untuk nyerang dan perang, cuman buat gertak negara tetangga kita yang satu ini aja dan buktikan indonesia bisa marah. Jangan jadi negara lembek.
Kasihan sekali reog ponorogo ya. Masak dikasih nama tari barongan sama malasyia. Itu kayak nama tarian di bali aja . Wah jangan-jangan sebentar lagi lebih banyak lagi yang dicolong. Kayak tari kecak, tari piring dan kebudayaan-kebudayaan bangsa lainnya. Indonesia baru bertindak kalau sudah ada pesawat tempur lewat istana negara dan membumi hanguskan jakarta
.
Senin, 24 Agustus 2009
ARSENAL ATAU ARSEN WENGER

Hasil Pekan Ke-3
Sabtu (22/8)
Arsenal vs Portsmouth 4-1 (1-0 A. Diaby 18', 2-0 A. Diaby 21', 2-1Y. Kaboul 37', 3-1 W. Gallas 51', 4-1 A. Ramsey 68') Wasit: Steve Bennett; Sepak Pojok: 8-4; Possesion: 61%-39%; Shots (on target): 22(12)-10(3); Kartu Kuning: Diaby 90'(A)
Birmingham vs Stoke 0-0 Wasit: Chris Foy; Sepak Pojok: 3-3; Possesion: 59%-41% ; Shots (on target): 11(2)-15(1); ; Kartu Kuning: Whelan 66', Fuller 74', Whitehead 85' (S)
Hull vs Bolton 1-0 (1-0 K.F. Ghilas 61') Wasit: Michael Jones; Sepak Pojok: 4-12; Possesion: 48%-52% ; Shots (on target): 12(4)-23(5); Kartu Kuning: Hunt 30', Olofinjana 35', Geovanni 64' (H), Davis 19', Elmander 55' (B)
Man. City vs Wolverhampton 1-0 (1-0 Adebayor 17') Wasit: Lee Mason; Sepak Pojok: 5-6; Possesion: 58%-42% ; Shots (on target): 17(7)-11(2); Kartu Kuning: Stearman 30' (W)
Sunderland vs Blackburn 2-1 (0-1 G. Givet 21', 1-1 K. Jones 32', 2-1 K. Jones 53') Wasit: Alan Wiley; Sepak Pojok: 0-10; Possesion: 53%-47% ; Shots (on target): 9(3)-24(4); Kartu Kuning: Cattermole 45', Bardsley 81' (S), McCarthy 90' (B)
Wigan vs Man. United 0-5 (0-1 W. Rooney 56', 0-2 D. Berbatov 58', 0-3 W. Rooney 65', 0-4 M. Owen 85', 0-5 Nani 90') Wasit: Howard Webb; Sepak Pojok: 3-5; Possession: 49%-51% ; Shots (on target): 17(5)-19(11); Kartu Kuning: Rodallega 76', Scharner 90' (W), Scholes 19', Evra 49'(M)
Minggu (23/8)
West Ham vs Tottenham 1-2 (1-0 C. Cole 49', 1-1 J. Defoe 54', 1-2 A. Lennon 79') Wasit: Mark Clattenburg; Sepak Pojok: 4-8; Possesion: 48%-53% ; Shots (on target): 19(5)-22(6); Kartu Kuning: Jimenez 30', Faubert 90'(W), Huddlestone 64'(T)
Burnley vs Everton 1-0 (1-0 W. Elliott 34') Wasit: Philip Dowd; Sepak Pojok: 3-7; Possesion: 39%-61% ; Shots (on target): 13(3)-25(1); Kartu Kuning: Elliott 48'(B)
Fulham vs Chelsea 0-2 (0-1 D. Drogba 39', 0-2 N. Anelka 76') Wasit: Andre Marriner; Sepak Pojok: 4-7; Possesion: 39%-61% ; Shots (on target): 6(1)-16(4)
KLASEMEN SEMENTARA
(Hingga 23 Agustus)
POSISI. KLUB REKOR TOTALPeringkat 1-3 ke putaran grup Liga Champion; per. 4 ke babak kualifikasi III LC; per. 5 ke Europa League; per. 6-7 bisa lolos ke Europa League tergantung hasil cup competition; per. 18-20 terdegradasi ke Championship Division.
01. TOTTENHAM 3 3 0 0 (9-3) 9
02. CHELSEA 3 3 0 0 (7-2) 9
03. ARSENAL 2 2 0 0 (10-2) 6
04.(10) MAN. UNITED 3 2 0 1 (6-1) 6
05. MAN. CITY 2 2 0 0 (3-0) 6
06.(11) SUNDERLAND 3 2 0 1 (4-4) 6
07.(12) BURNLEY 3 2 0 1 (2-2) 6
08.(09) BIRMINGHAM 3 1 1 1 (1-1) 4
09.(14) STOKE 3 1 1 1 (2-4) 4
10.(4) LIVERPOOL 2 1 0 1 (5-2) 3
11.(06) WEST HAM 2 1 0 1 (3-2) 3
12.(08) FULHAM 2 1 0 1 (1-2) 3
13. WOLVES 3 1 0 2 (1-3) 3
14.(19) HULL 3 1 0 2 (3-7) 3
15.(07) WIGAN 3 1 0 2 (2-6) 3
16. ASTON VILLA 1 0 0 1 (0-2) 0
17.(15) BOLTON 2 0 0 2 (0-2) 0
18.(17) BLACKBURN 2 0 0 2 (1-4) 0
19.(18) PORTSMOUTH 3 0 0 3 (1-6) 0
20. EVERTON 2 0 0 2 (1-7) 0
Pencetak Gol
4 gol - Jermain DEFOE (Tottenham)
3 gol - Didier DROGBA (Chelsea), Wayne ROONEY (Man. United)
2 gol - Abou DIABY, Francesc FABREGAS, William GALLAS (Arsenal), Stephen HUNT (Hull), Emmanuel ADEBAYOR (Man. City), Darren BENT, Kenwyne JONES (Sunderland). continue...
Rabu, 05 Agustus 2009
Implikasi di BalikTerror Bom

Jakarta. Setelah beberapa tahun aman dari teror bom, kali ini Indonesia kembali harus menghadapi peristiwa yang sangat menyedihkan. Jumat pagi ini (17/07) dua bom meledak di Jakarta pada dua tempat berbeda dan pada saat hampir bersamaan, yaitu Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan dan Hotel Ritz Carlton di kawasan SBCD. Akibatnya jatuh puluhan korban luka dan beberapa korban tewas, sebagiannya adalah warga asing. Hingga artikel ini diturunkan, diperkirakan korban masih terus bertambah.
Situasi keamanan Indonesia yang kondusif walau baru saja melalui pelaksanaan Pemilu legislatif dan presiden pada tahun 2009 ini harus terkoyak oleh ledakan bom berjenis high exlposive yang menurut dugaan sementara oleh kepolisian Indonesia adalah bom bunuh diri.
Saat ini pihak kepolisian masih belum berani memastikan pengeboman itu dilakukan pihak teroris karena belum ada laporan tentang pihak yang mengaku bertanggung jawab.
Jika ditilik dari peristiwa tersebut, tampaknya teror bom di dua hotel mewah bertaraf Internasional ini memiliki kesamaan dengan teror bom sebelumnya yang pernah terjadi di Indonesia. Karena tampaknya sasaran kedua bom tersebut adalah warga asing yang memang banyak menginap atau mengunjungi kedua hotel itu. Hal ini tidak pelak mengingatkan kita pada teror bom beberapa tahun lalu di tempat yang sama, Hotel JW Marriot pada tahun 2003 yang menewaskan sejumlah warga asing.
Juga teror bom di Bali yang terjadi dua kali yaitu pada tahun 2002 dan 2005. Begitu pula bom di kedutaan besar Australia pada tahun 2004 yang walau gagal menelan korban asing namun menewaskan banyak bangsa kita. Tampaknya tidak hanya orang asing yang menjadi sasaran tetapi juga pemilihan dua hotel internasional itu memang disengaja.
Seperti dikatakan oleh pengamat intelijen AC Manullang dalam sebuah media online bahwa kedua hotel itu memiliki banyak cabang di dunia sehingga peristiwa yang menimpa hotel tersebut akan secara otomatis jadi perbincangan di seluruh penjuru dunia.
Walau pihak kepolisian hingga saat ini belum memastikan siapa pelaku teror bom Marriott dan Ritz-Carlton, nemun melihat kemiripan modusnya dengan teror sebelumnya, dapat diduga sebagian pihak mencurigai kelompok Jamaah Islamiyah (JI) sebagai pelaku. Mengutip berita (17/07) dari sebuah media online Australia, pengamat terorisme Rohan Gunaratna, pimpinan International Centre for Political Violence and Terrorism Research, sebuah lembaga penelitian yang berbasis di Singapura dengan yakin menyatakan JI di belakang teror bom tersebut.
Namun dalam berita yang sama itu, seorang analisis Australia yaitu Dr. Carl Ungerer justru menduga kelompok sempalan JI adalah pelaku sebenarnya lantaran berbeda pendapat dengan beberapa pimpinan JI. Sidney Jones, pengamat teroris yang berbasis di Jakarta pun menyatakan masih terlalu awal menyimpulkan JI di belakang teror bom itu.
Memang dugaan-dugaan tersebut di atas masih diselidiki kebenarannya, namun yang jelas kejadian yang menyedihkan ini membuat mata kita terbuka bahwa Indonesia sebenarnya masih belum aman.
Yang jelas teror bom di dua hotel ini membuyarkan pendapat sebagian pihak bahwa ancaman teror di Indonesia telah mereda dengan banyaknya penangkapan terhadap para anggota JI atau organisasi yang berkaitannya dalam beberapa tahun terakhir ini. Bahkan bukan tidak mungkin ada pelaku lain yang tidak berkaitan dengan organisasi JI sengaja melakukan teror di Indonesia dengan tujuan-tujuan tertentu yang belum diketahui.
Tidak peduli siapa pun pelaku atau apa pun tujuan teror bom itu, Indonesia jangan sampai kembali terpuruk ke dalam kondisi kekacauan politik, keamanan, ekonomi dan juga SARA seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu. Oleh karena itu, pihak keamanan Indonesia harus segera mengungkapkan dan menangkap pelaku teror bom Marriott dan Ritz-Carlton ini. Juga segala lapisan masyarakat bersama pemerintah harus merapatkan barisan untuk menjaga Indonesia agar tetap aman dan kondusif.

